Cara Mengatasi Cinta Bertepuk Sebelah Tangan


Ketika kita memiliki sebuah hubungan baru, dunia serasa terang benderang penuh dengan kebahagiaan.  Kita jatuh cinta.  Tapi dua tiga bulan kemudian, barulah semua mulai terlihat asli sifat pasangan kita.  Banyak tanda-tanda yang mulai membuat kita bertanya-tanya apakah si dia benar-benar mencintai kita atau tidak. 

Ketika kita hubungan berakhir kita menyadari bahwa sesungguhnya pasangan kita itu sebenarnya tidak terlalu mencintai kita.  Apa buktinya? Mudah sekali, seseorang mencintai kita tidak akan pernah pergi dari kehidupan kita. Sesulit apapun, dua orang yang saling mencintai akan mempertahankan komitmennya untuk menerima pasangan suka maupun duka, dengan seluruh kekurangan dan kelebihannya.

Ketika kita menyadari bahwa selama ini cinta kita bertepuk sebelah tangan, sudah pasti hati terluka.  Ada rasa marah, kecewa, dan merasa tertolak.  Terkadang hal ini menjadikan seseorang merasa turun rasa percaya dirinya karena pada saat berduka seseorang sedang berenergi rendah pada saat itu sehingga pikirannya menjadi negatif.  Dia berpikir apa yang salah dari dirinya sehingga orang yang dia sayangi pergi dan tidak membalas cintanya. Di tahap inilah saat-saat terpenting seseorang harus segera bangkit dari keterpurukannya.  

1. Menerima dengan lapang dada bahwa rasa suka seseorang adalah hak pribadi seseorang.  Cinta tidak bisa dipaksakan, dan cinta didapat dari kebiasaan.  Kadang kita beruntung dicintai balik, kadang juga tidak.  Malah mungkin lebih sering cinta kita bertepuk sebelah tangan. Tapi, manusia tentu saja tidak pernah berhenti berharap suatu saat menemukan cinta sejati mereka.  Cinta yang berbalas. 

2. Positif Thinking
Siapapun yang mengalami putus cinta pastinya merasa kehilangan rasa percaya diri.  Dan pikiran negatif bergayut di benak insan yang patah hati.  Pertanyaan seperti kenapa, dan gimana jika saja..dan lain sebagainya memenuhi otak mereka berhari-hari dalam masa berduka.  Boleh saja melampiaskan kesedihan dan duka sesaat.  Tapi tentukan kapan waktunya untuk melepaskan alias move on. Jangan biarkan diri mengasihani diri sendiri terlalu lama.  Bangkitlah, hapus air mata, tegakkan kepala, dan melangkahlah dengan dada terbusung bahwa hidup terus berjalan dengan atau tanpa pasangan.

3. Memperbaiki hubungan dengan Tuhan
Satu-satunya tempat kita menangis dan mengadu adalah Tuhan/Allah.  Semua rezeki dan jodoh telah diatur-Nya. Hanya Tuhanlah yang maha mengetahui apa yang terbaik untuk kita dan siapa pasangan yang sudah Dia tetapkan untuk kita.  Oleh karena itu serahkan semuanya kepada-Nya dan mendekatlah kepada Dia yang menciptakan kita agar hati senantiasa kuat dan tabah pada setiap ketetapan-Nya. 

4. Memperbaiki Diri sendiri
Adalah lebih bijaksana bagi kita untuk memperbaiki apa yang sekiranya masih kurang, misalnya belajar memasak, belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik, belajar berhias, atau mencoba hobby baru seperti berkebun, membuat jurnal, atau blogging.  Atau meraih mimpi kita seperti punya usaha sendiri, mandiri secara finansial, bekerja dll.  Pokoknya isi hari kita dengan sesuatu yang bermanfaat dan positif agar kita tidak memiliki waktu luang untuk memikirkan sang mantan yang tidak layak kita ingat lagi.  Ya iya..buat apa mengingat ingat orang yang tidak mampu membalas cinta dan kasih sayang kita? Lebih baik lanjutkan hidup dan kejar mimpi yang belum sempat kita raih.  

5. Menyayangi dan mencintai diri sendiri
Mulailah belajar menyayangi diri sendiri serta menghargai diri kita apa adanya daripada terpaku kepada pertanyaan "mengapa dia tidak mencintaiku?"
Ayolah sadari bahwa kita ini berharga.  Sangat berharga!  Tuhan menciptakan kita sempurna di mata-Nya meskipun tidak sempurna dimata manusia.  Oleh karena itu, bagaimana cara kita menyayangi diri sendiri? 
- rawat tubuh kita dengan baik.  Maskeran, luluran, menjaga kebersihan tubuh, olahraga, diet dsb.
- Afirmasi tentang kebaikan-kebaikan pada diri sendiri.
- Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan! Luangkan waktu untuk hobby, bersosialisasi, berlibur dll.
- Nikmati hidup dan syukuri segala sesuatu yang kita miliki.  

6. Yakinkan diri sendiri bahwa Tuhan menciptakan manusia dan mahluk hidup berpasang-pasangan.  Ada seseorang yang sudah ditakdirkan untuk menjadi jodoh kita.  Yang diperlukan adalah kesabaran menanti waktu yang datang disaat yang tepat untuk kita.

7. Tinggalkan masa lalu dan orang-orang yang tidak bisa mendampingimu di belakang. Lupakan, ikhlaskan, lepaskan.  Sakit memang..Tapi sakit sesaat tidak apa dibanding mencintai orang yang salah.  

8.  Miliki hati seluas samudera.  Hati seluas samudera adalah ungkapan untuk berbesar jiwa yang artinya, belajar memiliki kemampuan memaafkan dan meminta maaf.  Belajar untuk bisa menerima kenyataan, belajar untuk bisa tetap menjalin silaturahmi dengan orang yang pernah kita cintai tanpa rasa dendam.  Belajar untuk tersenyum meskipun berat hati.  Tidak mudah memang tapi bila dimulai dengan langkah sekecil apapun kita bisa menjadi seperti itu. Jadilah orang yang lebih mulia, lebih besar dari orang-orang yang menyepelekan kita.

9. Siap membuka hati kembali.  Ketika pulih dari patah hati, maka kita sudah siap untuk membuka hati kembali untuk seseorang yang jauh lebih baik.  Kita jadi tahu apa yang kita inginkan karena telah belajar dari pengalaman sebelumnya dalam hal memilih pasangan. Kita menjadi tahu laki-laki atau perempuan seperti apa yang kita inginkan sebagai teman hidup kita.  Bagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka.  Kita sudah memiliki standar dan kriteria calon pasangan kita sehingga kita bisa melihat ke depannya ketulusan mereka terhadap kita.  Kita tidak lagi mau menjadi orang yang naif percaya dengan kata-kata dibanding dengan tindakan mereka terhadap kita.  Kita semakin pintar menyeleksi orang-orang yang hadir dikehidupan mereka. Hingga pada akhirnya kita akan menemukan cinta sejati kita yang sebenarnya.

Comments

Popular Posts